+628112030065
Info@aptikomjabar.org

Halal bi Halal Idul Fitri 1441 H

APTIKOM Jabar News, 10/06 — APTIKOM Provinsi Jawa Barat melaksanakan silaturahmi bersama seluruh pengurusnya secara digital atau virtual. Silaturahmi ini dalam rangka hari Raya Idul Fitri 1441 H. Prof Edy selaku Ketua APTIKOM Jabar saat memberikan sambutannya mengatakan bahwa kondisi lebaran saat ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, hal ini merupakan sejarah baru dimana silaturahmi (halal bi halal) dilakukan secara virtual. Walaupun saat ini kita berada pada keterbatasan (pandemic covid-19), namun juga tersedia kelapangan untuk belajar melalui online, walaupun pada suasana pandemic ini ternyata kita bisa lebih produktif dengan bantuan media online.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (10/6) ini menggunakan aplikasi Zoom dan streaming Youtube dihadiri oleh 49 peserta yang tersebar di beberapa kota di jawa barat, bahkan ada anggota dari luar negeri yaitu Prancis dan Malaysia. adapun narasumber yang tampil kali ini yaitu Dr. Aam Amiruddin MSi atau biasa dipanggil Ustadz Aam yang sudah tidak asing dikalangan pemuda/pemudi kota Bandung, beliau juga Pembina Yayasan Percikan Iman, beliau merupakan Doktor Konsentrasi Ilmu Komunikasi dengan Yudisium Cumlaude dari UNPAD.

Bertindak sebagai moderator Ibu Dr. Ayi Purbasari, ST.,MT., Sekretaris APTIKOM Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua Program Studi Teknik Informatika UNPAS.

Tema dari silaturahim ini adalah “Membekali keluarga dengan IPTEK menuju keluarga SAMAWA”. Dalam paparannya Ustadz Aam sapaan akrab beliau menjelaskan bahwa pada hakikatnya keluarga itu dibangun dengan perjanjian agung (mitsaaqan ghalidha), karena pernikahan merupakan ibadah paling lama, selain itu pernikahan juga merupakan sekolah paling lama, kebersamaan paling lama, kemudian pernikahan juga merupakan jembatan yang menghubungkan dua keluarga besar. Untuk menuju keluarga yang sakinah mawaddah warohmah (SAMAWA) diperlukan pilar yang melandasinya, berikut pilar-pilar keluarga SAMAWA.

Kekuatan agama merupakan pilar yang pertama, dimana pilar ini diharapkan akan menjembatani perbedaan antara suami dan istri karena sejatinya kita menikah dengan orang yang berbeda.
Pilar kedua adalah kekuatan cinta (mawaddah) yang memiliki arti cinta yang semakin bertambah karena ingat akan jasa-jasa dan pengorbanannya; sedangkan ciri mawaddah adalah saling menghargai dan memberi, saling mengingat kebaikan, dan saling berkomunikasi.
Pilar ketiga adalah Kekuatan Do’a, hal ini dituangkan dalam Al-Quran surat AL-Furqan ayat 74 yang memiliki arti “Rumah tangga itu ibadah terlama yang membutuhkan kesabaran ekstra, ilmu ekstra, dan do’a ekstra.

Pilar keempat adalah Kekuatan kata-kata, dimana suami istri harus selalu menggunakan kalimat-kalimat terbaik, terindah dan terpuji (QS. An-Nahl 16:125). Jauhi panggilan buruk, prasangka buruk dan saling mencari-cari kesalahan (QS. Al-Hujurat 49:11-12).

Pilar kelima adalah Kekuatan Ilmu, harus belajar terus, buka mata, telinga, fikiran dan hati untuk selalu belajar tentang pasangan hidup kita, karena Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu belajar.

Untuk menuju keluarga SAMAWA, selain didasari oleh ke-lima pilar tersebut harus dibarengi oleh Akhlak keluarga SAMAWA. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadistnya “Maukah aku tunjukkan golongan yang akan masuk surga? Para sahabat menjawab: Ya Rasulullah! Beliau bersabda: Mereka adalah; Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl. Hayyin adalah orang yang bisa mengendalikan amarah, ini sesuai dengan ciri orang taqwa adalah mampu mengendalikan kemarahan (QS. Ali Imran 133-136). Layyin adalah orang yang santun dalam tutur kata dan perbuatan. Qarib artinya dekat, maksudnya bisa dekat dengan siapa saja apalagi dengan anggota keluarga, orang tua yang hebat adalah orang tua yang dekat dekat dengan anaknya. Terakhir adalah Sahl, yaitu orang yang selalu mempermudah, seperti dalam sabda Rasulullah “Permudahlah urusan orang lain, dan jangan kamu mempersulit, gembirakan dan jangan kamu menakut-nakutiya!”. Penutup Keluarga Berkah dan SAMAWA diraih bukan dengan kemujuran, tetapi digapai melalui perjuangan yang penuh kesabaran. (-EF- -SOL-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *