Cyber Security Startup Roadshow Bandung

Kamis, 26 Sept 2019—Telah berlangsung Cyber Security Startup Road show Bandung dengan tema Mengenali dan menggalang Potensi Cyber Security Startup (CSS) Indonesia, acara yang diadakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini diadakan di Aula Mandala Saba R. Ottp Iskandardinata Kampus IV UNPAS dan diikuti oleh banyak peserta dari berbagai kampus dan daerah karena acara ini bersifat umum dan siapapun boleh hadir untuk mengisi kursi Roadshow ini. Lemahnya kepedulian Masyarakat umum untuk menjaga privasi mereka dan kewaspadaan mereka akan serangan siber yang menginisiasi diadakannya acara ini.

Acara yang di buka oleh Wakil Rektor UNPAS Dr. H. Jaja Suteja, SE, M.Si dan Deputi dari BSSN mengawali acara Roadshow ini dimana acaranya di bagi menjadi 2 sesi, Sesi 1 (Peluang Cyber Security Startup Indonesia) yang di pandu oleh moderator dengan 3 narasumber dan Sesi 2 (Bagaimana membentuk Cyber Security Startup) dengan konsep yang sama dengan sesi 1 tadi.

Setelah MC menyerahkan mic kepada moderator maka sesi 1 pun di mulai, narasumber pertama di isi oleh Intan Rahayu dari pihak BSSN dengan judul “What is Cyber Security Startup ?”, beliau menjelaskan bahwa definisi dari Cyber Security itu itu di bagi menjadi 6 bagian yaitu Involved Assets, Threat Source, Type of Document, CIA, Spelling, dan Organisation, dan dari banyaknya pembagian tadi setiap bagiannya terdapat bagian lagi jadi Cyber Security itu tidak hanya suatu proses Keamanan siber tapi terdapat banyak definisi tergantung dari bagian mana digunakan. Beliau juga menyampaikan cara pengamanannya juga yaitu dengan cara mengidentifikasi lalu lindungi, mendeteksi, direspon, dan yang terakhir perbaikan.

Dengan Potensi Ekonomi digital Indonesia yang semakin bertambahnya hari semakin besar maka pentingnya pengamanan ini akan semakin besar pula karena akan banyak data yang beredar dan hal itu perlu untuk diamankan agar tidak bocor dan di salah gunakan. Lalu Narasumber kedua datang Dosen UNPAS sendiri, Bapak Doddy Ferdiansyah yang membawakan judul Academic Perspective on Cybersecurity, beliau memaparkan tentang Cybersecurity dari sudut pandang akademisi dan mengemukakan fakta bahwa terlalu banyak ancaman dalam tingkat keamanan yang di buat namun sangat sedikit yang mampu untuk menanggulanginya hal itu di buktikan dengan banyaknya kasus kebobolan akun yang terjadi di facebook lalu bocornya akun di bank dsb. menurutnya Cyber Security menjadi element terpenting dalam kurikulum pendidikin seperti Kurikulum US, Canada, Arab Saudi, dll menjadi bukti bahwa pengamanan itu sudah di ajarkan dalam perkuliahan dan itu benar-benar menjadi sorotan saking pentingnya.

Sesi pertama ditutup oleh pemateri 3 kita yang berasal dari CEO Cyber Army ID yaitu bapak Girindro Pringgo Digdo tentang Opportunity & Challenge Cybersecurity Startup in Indonesia, dalam industri beliau mengemukaan fakta bahwa data yang hilang atau di curi dalam pemerintahan, technologi, education cukup besar dan sepertinya pernyataan bapak Doddy tadi juga yang membuat peluang pekerjaan di bidang keamanan siber ini cukup besar karena banyaknya serangan-serangan dan hilang atau dicurinya data yang di lakukan setiap tahunnya. Oleh karena itu indonesia sendiri sangat membutuhkan orang-orang yang cukup ahli untuk menangani masalah ini karena sangat sedikit orang yang mampu mengatasi ini.

Setelah ditutupnya Sesi 1 tadi sebelum memasuki sesi 2 ada selingan quis dari BSSN yang ditujukan untuk para peserta dan para peserta mengisi pertanyaan-pertanyaan tersebut lewat aplikasi Kahoot dimana aplikasi ini adalah aplikasi pembuat soal yang cukup portable karena proses koreksi dan batas waktu dapat dibuat dengan mudah tujuannya hanya untuk mengetes sebarapa paham peserta akan Cyber Securty dan orang-orang dengan jawaban yang paling benar akan mendapat hadiah dari BSSN.

Sesi 2 pun dibuka oleh moderator yang berbeda dari sesi pertama tadi dengan suasana yang baru pemateri pertama kita datang dari Bandung Techno Park yaitu ibu Niken Dwi Wakyu C yang ingin memaparkan materi tentang Skill and Competency on Cybersecurity Startup, Menurut pemaparan beliau untuk menjadi Cybersecurity kita perlu mempunyai kekuatan berupa fleksibel, cepat tanggap, kreatif, dan mempunyai kemampuan untuk berinovasi. karena dengan tantangan yang cukup besar para cyber seurity dituntut untuk menjadi tim cepat tanggap dalam penanggulangan bencana siber. Oleh karena itu sangat penting untuk kita yang ingin menjadi cyber security dalam menentukan dimana passion kita di dalamnya agar kita juga tahu hal apa yang harus kita pelajari dan mana yang cukup kita tahu saja. Karena di dalam proses pengamanan terdapat banyak lapisan-lapisan proses dan kita tidak bisa menempati semuanya.

Setelah pemateri pertama di sesi 2 ini selesai memaparkan materinya acara di lanjutkan dengan pemateri kedua yaitu bapak Edwin Purwandesi dari Telkom Amoeba Management dimana bapak edwin membawakan materi tentang Strategy Invesment and Get Funding Channel, materi diawali dengan pemaparan perbandingan antara culture dalam teknologi yang berawal dari tidak ada teknologi modern dan sekarang hampir semua aspes bisnis atau lainnya di isi oleh berbagai teknologi, beliau juga membandingan antara digital vs Analog culture journey, banyaknya perbandingan ini mengarah pada bagaimana kita melihat potensi bisnis di dalamnya karena di dalam membuat startup kita tidak serta merta percaya lalu menyerahkan uang kita tanpa mengetahui teknologi startup apa yang akan di gunakan dan lain sebagainya oleh karena itu kita harus tahu dan paham dimana uang investasi kita di larikan oleh karena itu dengan adanya strategi yang di paparkan oleh bapak Edwin ini kita menjadi pribadi yang lebih tau dalam berinvestasi untuk bidang teknologi.

Sesi 2 ditutup oleh pemateri 3 atau pemateri terakhir yang bernama Dimas Prayogo dari DataComm, beliau memaparkan tentang How to Improve Security Technology for CyberSecurity startup. Beliau membagi paparannya menjadi 3 agenda, agenda pertama berisi Security Technology Deployment Methodology, agenda kedua tentang Security Technology Solution, dan yang ke tiga yaitu Third party Security Vendor Researcher. pada agenda pertama beliau membuka dengan methodology dalam mendeploy teknologi keamanan yaitu design, build, operate, dan maintance.

Di dalam design terdapat 4 tahapan yaitu sizing, scalling, workflow, dan budgeting. pada method build terdapat timeline, people, implementation, dan training. begitu seterusnya. dan di agenda kedua diisi dengan bagaimana kita mencari solusi dalam mengamankan data kita, seperti pencegahan, mendeteksi, membatasi privileged, dll. dan agenda ketiga beliau memparkan tentang vendor-vendor yang melakukan research tentang teknologi keamanan seperti Gartner magic Quadrant, NSS-LAB, Forrester, dan SANS Cybersecurity. Diharakpak model keamanan data kita dapat mengacu pada salah satu vendor tersebut.

Tujuan dari adanya acara ini sebenarnya adalah memberikan pengetahuan lebih tentang cybersecurity dan menantang seluruh peserta untuk ikut mengamankan dan belajar menjadi cybersecurity karena hal ini menjadi peluang kerja yang cukup luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Post