+628112030065
Info@aptikomjabar.org

KULIAH UMUM “PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KESELAMATAN DAN KEAMANAN NUKLIR”

Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia atau (APTIKOM) adalah perkumpulan atau paguyuban perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi terkait dengan rumpun ilmu informatika dan komputer (atau yang lebih dikenal sebagai teknologi informasi). Kali ini Prodi Teknik Informatika Universitas Pasundan bekerjasama dengan APTIKOM Jawa Barat dan BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) menyelenggarakan kuliah umum dengan topik “Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Keselamatan dan Keamanan Nuklir” yang disampaikan langsung oleh Kepala BAPETEN, Prof. Dr. Ir. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., IPU., ASEAN Eng.

Kegiatan itu dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 25 Januari 2019 di Aula Hasan Mustofa, Fakultas Teknik Universitas Pasundan. Acara dihadiri oleh undangan dari anggota APTIKOM Jawa Barat, dosen, serta mahasiswa. Acara dimulai sekitar jam 09.00, dibuka oleh Ketua Prodi Teknik Informatika UNPAS, Dr. Ayi Purbasari, ST. MT. dilanjutkan dengan kuliah umum yang dipandu oleh Wakil Dekan I Fakultas Teknik, ibu Dr. Ririn Dwi Agustin, ST., MT. sebagai moderator.

Dalam kuliah umum ini, Prof. Jazi bukan hanya menjelaskan fungsi BAPETEN sebagai lembaga negara yang berfungsi sebagai lembaga yang memberi izin, melakukan inspeksi dan sertifikasi penggunaan nuklir di berbagai bidang di Indonesia, tetapi juga menyampaikan pemanfaatan Teknologi Informasi dan komputer dalam mendukung keselamatan dan keamanan nuklir.

Prof. Jazi menyampaikan I-CoNSEP (The Indonesia Centre of Excellence on Nuclear Security and Emergency Preparedness), badan lintas lembaga dan departemen yang berfungsi untuk antisipasi serta pencegahan masalah keamanan dan bencana nuklir, dimana TIK memegang peranan penting dalam pelaksanaannya.

Dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, BAPETEN ingin mengaktualisasi fungsinya sebagai bentuk pengawasan, yakni menjelaskan kewaspadaan seiring kemajuan zaman dan teknologi informasi, maka ancaman menyerang jaringan internal yang berdampak pada tidak berfungsinya sistem informasi. “Potensi ancaman pemanfaatan tenaga nuklir saat ini tidak hanya sebatas tindakan pencurian atau sabotase secara fisik, tapi juga indikasi pencurian atau sabotase melalui jaringan komputer”.

Di kalangan masyarakat, nuklir kerap dipahami sebagai jenis senjata pemusnah massal. Padahal, nuklir merupakan teknologi yang ditemukan dalam berbagai aplikasi, termasuk teknologi pengobatan bagi penderita kanker di rumah sakit. Pemahaman nuklir di masyarakat merupakan sesuatu yang menakutkan dan tabu. Perlu ada komunikasi efektif perihal pemanfaatan tenaga nuklir dalam mendukung kehidupan.

Nuklir ini bisa jadi tema riset yang diminati oleh penyedia hibah penelitian. Dari materi yang disampaikan Prof. Jazi pun merupakan hasil penelitian beliau saat menempuh studi di perguruan tinggi. Beliau berharap selanjutnya banyak mahasiswa yang melakukan penelitian mengenai nuklir, sebab bidang ini bisa berkolaborasi dengan beberapa bidang studi lain. Serta hasil riset ini bisa dikembangkan Bapeten, agar hasil riset tersebut aman dan bisa bermanfaat untuk masyarakat.

(Foto oleh: Caca E. Supriana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *