+628112030065
Info@aptikomjabar.org

PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM SMART CITY

Istilah ‘Smart City’ kian marak didengungkan belakangan ini. Bandung sebagai salah satu kota destinasi studi yang kerap diincar pelajar terus memperkuat reputasi pertumbuhannya sebagai kota teknologi di Indonesia. Perwujudan smart city mengharuskan kota tersebut memenuhi tujuannya untuk menciptakan budaya inovasi dan teknologi yang berkelanjutan. Banyak pihak yang diajak berkolaborasi, karena untuk mewujudkan smart city harus menyentuh berbagai sisi, salah satunya perguruan tinggi.

Tak hanya itu, smart city juga berperan untuk meningkatkan produktivitas daerah dan daya saing ekonomi serta sebagai pondasi utama terbentuknya.  Di kota Bandung sendiri, sejak tahun 2014, pemerintah kota telah mencanangkan konsep smart city ini. Mulai dari kesempatan meningkatkan pengetahuan industri lokal berbasis teknologi berkelanjutan sampai memberikan kesempatan untuk berkembang. Berbagai lini pun disentuh, tak terkecuali perguruan tinggi sebagai wadah yang mempersiapkan sumber daya manusia yang kredibel di bidangnya.

Dalam menciptakan sumber daya yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi, diperlukan penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal teknologi informasi, internet, sampai analisis big data. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk serta kompleksnya berbagai lini kehidupan dalam masyarakat. Hal ini menjadi sebuah tantangan besar bagi pemerintah kota –pun perguruan tinggi– untuk mewujudkan sebuah kota yang mampu memberikan kenyamanan bagi seluruh warganya. Banyak kota kemudian berlomba-lomba mengusung konsep smart city sebagai langkah besar demi kemajuan di kota tersebut, lebih luasnya untuk mencapaismart nation Indonesia.

Padahal sebuah kota dikatakan sebagai kota ‘cerdas’ apabila kota tersebut memiliki ciri seperti resilient city (berdaya tahan), efficient city (efisien), sustainable city (berkelanjutan), eco city (ramah lingkungan), liveable city (layak hidup) dan lain sebagainya komputerisasi. Perguruan tinggi yang menyediakan infrastruktur pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang terampil dalam aspek literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Terobosan inovasi akan berujung pada peningkatan produktivitas industri dan melahirkan perusahaan pemula berbasis teknologi, seperti yang banyak bermunculan di Indonesia saat ini.

Pada sebuah kesempatan kegiatan Implementasi Smart City, di Hotel el-Royale Bandung (5/09/2018) yang dilaksakan oleh Pemerintah Kota Bandung dan DISKOMINFO beserta seluruh aspek yang berkecimpung dibidang Teknologi Informasi, Prodi Teknik Informatika UNPAS pun turut andil dalam kegiatan tersebut. Adalah Ketua Prodi Teknik Informatika UNPAS, Dr. Ayi Purbasari, ST., MT,bersama Ir. Budi Rahardjo. M.Sc. Ph.D. –dosen ITB– yang memberikan materi pada talkshow Implementasi Smart City Kota Bandung. 

Sebuah konsep kota yang memiliki koneksi terintegrasi dalam berbagai bidang hingga memberikan dampak praktis dan efisiensi dalam pengelolaan kota. Segala permasalahan kota mulai dari kemacetan, penumpukan sampah, jalan rusak, keadaan kontur tanah suatu daerah, dan lainnya dapat secara real time diketahui dan dicari solusi terbaiknya dengan cepat. Dalam hal ini perguruan tinggi berperan menyiapkan agen-agen terbaiknya untuk terjun ke masyarakat, sehingga pencapaian tujuan bisa efektif dan efisien.

Smart city merupakan sebuah impian dari hampir semua Negara di dunia. Dengan smart city, berbagai macam data dan informasi yang berada di setiap sudut kota dapat dikumpulkan melalui sensor yang terpasang di setiap sudut kota, dianalisis dengan aplikasi cerdas, selanjutnya disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui aplikasi yang dapat diakses oleh berbagai jenis gadget. Melalui gadgetnya,secara interaktif pengguna juga dapat menjadi sumber data, mereka mengirim informasi ke pusat data untuk dikonsumsi oleh pengguna yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *